Dewasa ini manusia telah disibukkan dengan berbagai aktifas keduniaannya masing-masing ada yang mendedikasikan hidupnya hanya untuk agama, uang, pekerjaan, ilmu, komunitas dll. Itu adalah sebuah hal yang sah-sah saja dikarenakan manusia akan termotivasi untuk hidup apabila dia memiliki tujuan hidup. Akan tetapi apakah kita telah menjadi seorang yang sangat bahagia ketika kita kaya, sukses, pintar ataupun bersosial. Belum tentu kita bahagia dengan semua itu karena apa, kebahagiaan bukan berarti orang yang mempunyai uang banyak mempunyai segudang pengalaman dan orang yang tingkat sosialnya tinggi di mata masyarakat. Kebahagiaan yang hakiki disini adalah kebahagiaan yang tidak fanna seperti di dunia melainkan kebahagiaan yang kekal. Banyak sekali jutawan yahudi amerika menghabiskan uangnya hanya untuk bisa tidur di hutan afrika atau untuk bisa membebaskan diri dari kebingungannya selama hidup. Ya yang hanya bisa ia lakukan hanya dengam menghabiskan semua hasil jerih payahnya selama usia muda karena dia berfikir "buat apa aku letih kerja selama berpuluh-puluh tahun kalau kalau yang menikmati uangku itu orang-orang terdekatku, padahal mereka tidak pernah merasakan bagaimana perihnya aku mendapatkan semua kekayaan ini".
Naah disini kita mendapatkan suatu pelajaran, seseorang yang kaya apabial nikmat kekayaannya di cabut oleh sang maha kuasa maka dia akan terus dihantui ketakutan demi ketakutan hingga ajal telah menjemput dia hanya memikirkan mobilku, perusahaanku, rumahku, istriku yang cantik, kemana mereka. Naudzubillah.
Disinilah seorang manusia akan lebih hina dari bangkai binatang dimata tuhannya, karena kesombongan manusia itu sendiri. Mungkin dimata manusia dia begitu mulia dikarenakan gemerlapnya perhiasan yang dipakai, kemewahan atau status sosial yang tinggi.
Di mata tuhan dia tidak lebih dari mahluk kecil yang lemah yang dihidupkan dan di matikan atas kehendaknya kenapa mereka menjadi sombong kepada tuhan yang menciptakannya, kesombongan disini bukanlah sombong artian kata riya terhadap manusia. Akan tetapi sombong disini adalah orang yang mengingkari kenikmatan hidupnya dan besyukur kepada tuhannya.
Mungkin apabila seluruh manusia didunia menjadi kufur kepada Allah tidakkan menjadikan surga kosong dan neraka menjadi penuh sesak, dan Allah tidak akan merasa menjadi rugi atau menjadi lemah kalau Allah bekehendak KUN FAYAKUN maka terjadilah.
Saya pernah berdebat dengan seorang tukar cukur tentang ketuhanan,
tukang cukur : "Mas emang tuhan itu ada ya?
saya : "Lho emangnya kenapa? (saya menjawab dengan nada malas dan dalam hati saya berkata kalau pertanyaan itu tidak perlu di jawab).
tukang cukur : "Coba lihat keluar jendela sama mas, banyak banget orang yang miskin, gelandangan di pasar-pasar, tunawisma. Kalau memang tuhan maha pengasih dan penyayang pasti mahluknya tidak akan dibiarkan sengsara seperti ini.
saya : "terus menurut anda bagaimana ? (saya dengan nada sedikit marah dan sangat malas banget untuk berdebat)
tukang cukur : "ya . . . saya nggak percaya kalau tuhan tuh ada, kalu tuhan ada pasti hidup semua manusia tidak akan kesusahan (dengan entengnya dia berkata begitu).
saya : "Owh begitu (dengan nada muak dan siap berdebat)
saya : "Coba anda lihat juga ke luar jendela kok masih banyak orang-orang yang rambutnya gondrong seeh? emangnya disini nggak ada tukang cukur.
tukang cukur : "Lho ko kan saya disini udah 5 tahun jadi tukang cukur. (dengan nada yang keheranan)
saya : "Terus kenapa orang-orang itu rambutnya masih gondrong kalau disini ada anda sebagai tukang cukur.
tukang cukur : "Ya itu, salah mereka sendiri kenapa mereka tidak datang kepada saya.
saya : "Cocok. (dengan nada puas)
saya : "Tuhan juga begitu, kenapa mereka menjadi miskin, bodoh, gelandangan. Salah mereka sendiri kenapa mereka tidak datang kepada-Nya untuk meminta pertolongan.
saya : "Kemiskinan mereka akibat kebodohan mereka sendiri yang bersikap masa bodoh seperti anda sendiri.
Percakapan diatas mengandung sedikit iktibar yang dijadikan sebagai renungan jangan pernah mencongkakkan diri kepada tuhan yang maha kuasa dan maha pencipta. Karena disitu kita akan mendapat kerugian yang amat besar. Mungkin kerugian itu tidak akan datang sekarang tetapi pasti akan datang maka bersiaplah bagi orang-orang yang sombong dihadapan tuhannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar